21 September 2012

Arti, Tujuan dan Karakteristik Filsafat

dokumen pribadi


Arti Filsafat
Plato (427 -347 SM) : Filsafat itu tidak lain daripada pengetahuan tentang segala yang ada. Aristoteles ((384 – 322 SM) : Fisafat itu menyelidiki sebab dan asas segala benda. Marcus Tullius Cicero (106 – 43 SM) : Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha mencapai yang tersebut. Al-Farabi (870 –  (1724 – 1804)) : filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup didalamnya empat persoalan yaitu : a. Apakah yang dapat kita ketahui ? (jawab metafisika) b. Apakah yang boleh kita kerjakan? (jawab : etika) c. Sampai dimana pengharapan kita? (jawab : agama) d. Apakah yang dinamakan manusia? (jawab : antropologi).
Filsafat itu adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya. Immanuel Kant Mengapa orang harus berfilsafat? Orang pergi ke pasar pasti punya tujuan. Berjualan, membeli barang atau hanya sekedar membandingkan harga. Siswa ke sekolah juga punya tujuan, yaitu agar mendapatkan pengetahuan. Berfilsafat memiliki tujuan.
Tujuan Filsafat
Harold H. Titus, sebagaimana yang ditulis oleh H. Endang Saifudin Anshari, bahwa tujuan filsafat adalah usaha untuk memahami alam semesta, maknanya dan juga nilainya. Dengan hasil akhir yang akan dicapai ialah pengertian dan kebijaksanaan. (understanding and wisdom).
Dr. Oemar A. Hoesin menuliskan bahwa filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengetahuan yang tersusun dengan tertib.
Karl Jaspers (1883 – 1969) mengatakan lebih singkat bahwa filsafat member kepada manusia weltanschauung (pemandangan dunia).
Radhakrisnan (1888 – 1975) seorang filosof dari India menuliskan : Tugas filsafat bukanlah sekedar mencerminkan semangat masa dimana kita hidup melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan-jalan yang baru. Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam rung lingkupnya maupun dalam semangatnya.
S. Takdir Alisyahbana, menceriterakan pengalamannnya sewaktu ditehan. Filsafat itu memberi ketenangan pikiran dan kemantapan hati, meskipun menghadapi maut. Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, baginya ialah tujuan yang tertinggi dan satu-satunya.
Filsafat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang, asal saja kepercayaan tersebut tidak tergantung pada konsepsi yang pra ilmiah, yang using, yang sempit dan dogmatis. Urusan utama agama adalah harmoni, pengaturan, ikatan, pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan dan Tuhan.
Karakteristik Filsafat
Seorang yang berfilsafat dapat diumpamakan seorang yang berpijak di bumi sedang tengadah ke bintang-bintang. Dia ingin mengetahui hakikat dirinya delam semesta galaksi. Atau seorang, yang berdiri di puncak tinggi, memandang ke ngarai dan lembah di bawahnya. Karakteristik berfikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh.
Seorang ilmuan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Dia ingin melihat hakekat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya. Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. Kaitan ilmu dengan agama. Dia ingin yakin apakah ilmu itu membawa kebahagiaan kepada dirinya.
Sokrates berujar “saya tidak tahu apa-apa’
Kerendahhatian Sokrates ini bukanlah verbalisme yang sekedar basa-basi. Seorang yang berfikir filsafati selain tengadah ke bintang-bintang juga membongkar tempat berpijak secara fundamental. Inilah karakteristik yang kedua yaitu mendasar.  Dia tidak lagi percaya bagitu saja bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu dapat disebut benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan? Apakah kriteria itu sendiri benar? Lalu benar sendiri itu apa?
Ilmu memberi kepada kita pengetahuan, dan filsafat memberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia tentang pengetahuan yang tersusun dengan tertib yang mengarah kepada kebenaran.

Sumber bacaan
Ilmu Filsafat dan Agama, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A.
Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer, Jujun S. Suriasumantri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar